Berita




Berita

Taklukan Dunia Dengan Gaya - Alumni Diklat Dasar Kejuruan Garmen Apparel PPGB Bandung

Adistya Chairani, S.sos
18 Oktober 2021 16:29

JAKARTA  –   Ditengah pandemi covid 19, agar bisa survive di dunia  kerja ataupun mencari alternatif sumber pendapatan dengan berwirausaha adalah hal yang krusial, sehingga menjadi program pemerintah Lembaga Pelatihan harus bisa menyediakan sumber daya manusia (SDM) unggul dan kompeten yang menjadi  kebutuhan pasar kerja atau berwirausaha mandiri.  Karena itu dukungan dunia usaha dan industri terhadap dunia pelatihan sangat penting dalam membantu program pemerintah tersebut.

Senada  dengan  sembilan lompatan besar Kemnaker, Pusat  Pelatihan Garmen Bandung (PPGB) yang sudah dipercaya oleh Kemnaker dari tahun 2005 untuk melatih para siswa yang dikirim mengikuti Asean Skills Competition (ASC), 

“dan alhamdulilah, dari  2006  sampai  tahun 2021 ini  tidak pernah absen dalam meraih medali emas di ajang  kompetisi tingkat Asia,” kata Pimpinan PPGB, Nathanael Suryadi, saat ditemui tim media Direktorat Bina Intala.

Menurut  Nathanael  Suryadi, duplikasi program ini di PPGB diberikan kepada mereka, dimana seluruh materi diberikan di dalam satu Modul lengkap dan sangat  membantu Instruktur untuk memahami kurikulum belajar mengajar, penilaian  kinerja  dan latihan-latihan yang mereka  lakukan menjadi lebih mudah,

“arahan  pembelajaran  kedepannya, sejalan dengan sembilan  lompatan Kementrian Ketenagakerjaan berbasis  digital, salah satunya pusat garmen bandung, sebagai salah satu pengarahan untuk melakukan digitalisasi pembelajaran dan menjadi personal branding yang memiliki nilai lebih,” jelasnya,

Nathanael menambahkan, dalam program pelatihan ini para peserta akan dibekali kompetensi-kompetensi terkini, antara lain yaitu pembuatan pola dengan teknologi pembuatan desain dua atau tiga dimensi menggunakan Computer-Aided Design (CAD), desain digital, manajemen pengendalian rantai pasokan (Supply Chain Management Control), analisis sistem untuk reduksi anggaran (System Analysis for Budget Reduction), dan analisis proses digital (Digital Process Analysis),

“kompetensi peserta harus ditingkatkan untuk bisa melaksanakan kurikulum yang telah disesuaikan dengan kebutuhan industri,” ujar Nathanael  Suryadi  (*).

 

Laporan :  Jurnalis /Aisyahra Mulyawati